Sabtu, 15 Mei 2010

LAPORAN PRAKTIKUM BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA BABULLAH TERNATE

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas curahan taufiq dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga proses penyusunan laporan hasil study lapangan di pos Klimatologi Badan Meteorologi dan Geofisika ( BMG ) Ternate dapat terlaksana dengan baik
Penyusunan laporan praktek ini tidak lepas dari peran serta, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang berkontribusi bagi terselesainya laporan ini. Oleh karena itu penyusun tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebesar- besarnya kepada para pembimbing, baik dosen Unkhair maupun kordinator lapangan selama praktek, teman- teman peserta kegiatan study serta semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materil dalam proses penusunan laporan praktek ini.
Namun sebagai manusia biasa yang jauh dari sempurna, sudah tentu tidak terlepas dari kekurangan. Olehnya itu, kritik dan saran yang sifatnya konstruktif sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan dari Laporan ini. Akhir kata, mudah- mudahan laporan ini kiranya dapat bermanfaat bagi kita semua serta menambah ilmu pengetahuan kita.
Ternate, 22 desember 2008

PENYUSUN





BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rekayasa Hidrologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kejadian,perputaran dan penyebaran air di atmosfir dan di permukaan bumi serta dibawah permuakaan bumi.

Untuk tujuan operasional maka ruang lingkup hidrologi, antara lain meliputi pekerjaan :
1. Mengumpulkan dan memproses data hidrologi hasil pengukuran di lapangan sebagai data dasar hidrologi yang biasanya data disusun pada suatu buku publikasi ( year books )
2. Menganalisa proses hidrologi.
3. Meramalkan kejadian hidrologi.
4. Memperkirakan keseimbangan air.
5. Memperkirakan laju sedimentasi.
6. Memecahkan berbagai masalah pengolahan sumber air.

B. Tujuan Kegiatan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui dan memahami cara kerja alat – alat meteorologi, proses pengolahan data hingga mempublikasikan hasil pengolahan.

C. Waktu dan Lokasi Kegiatan
Adapun lokasi kegiatan ini berlangsung adalah di Badan Meteorologi Dan Geofisika ( BMG ) Ternate yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 22 november 2008

D. Metode kegiatan.
Kegiatan ini dilakukan dengan cara turun langsung ke tempat alat- alat meteorologi diletakkan atau disebut pos Klimatologi, dan dilakukan pengenalan alat serta fungsi-fungsinya oleh pemandu dari BMG, selanjutnya dilakukan dialog atau tanya jawab seputar proses kerja alat hingga penyajian data di BMG.




BAB II
PEMBAHASAN


A. ALAT- ALAT BADAN METEOROLOGI DAN GEOFISIKA (BMG) KOTA TERNATE
Terdapat beberapa alat pemantau iklim pada pos Klimatologi BMG Kota ternate sebagai berikut:

1. Sangkar meteorologi
Sangkar meteo merupakan bangunan berbentuk rumah yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk menyimpan alat termohigrograf, termometer maksimum, termometer minimum, termometer bola kering dan termometer bola basah.




2. Alat pengukur temperatur maximum dan minimum
Terdapat dua jenis termometer yakni termometer maksimum;sebagai alat ukur suhu udara maksimum yang terbuat dari gelas dengan bejana berbentuk bola dan pada ujungnya berisi air raksa. Dan termometer minimum; sebagai alat ukur suhu udara minimum yang terbuat dari gelas berbentuk garpu dan pada ujungya berisi alkohol dan benda penunjuk yang akan terseret oleh alkohol manakala suhu turun dan akan tertinggal manakala suhu naik (alkohol mengembang), maka benda penunjuk tadi akan menunjukan suhu terendah dalam kurun waktu pengamatan.


3. Alat pengukur temperatur bola basah dan bola kering
Alat ini disebut Psychrometer terdiri dari 2 buah Thermometer air raksa yaitu Thermometer bola kering dan Thermometer bola basah. Thermometer bola basah adalah thermometer yang bola air raksanya dibalut dengan kain basah. Penguapan yang terjadi pada kain basah tersebut mengakibatkan turunya suhu. Perbedaan suhu yang ditunjukan thermometer bola kering dan basah dengan bantuan tabel diperoleh harga kelembaban udara dan suhu titik embun.



4. Alat pengukur temperatur dan kelembaban udara (Thermohygrograph)
Gabungan Thermograph dan Hygrograph dinamakan Thermohygrograph. Alat ini memiliki fungsi untuk mengukur suhu dan kelembaban udara secara otomatis. Dengan menggunakan pias kertas sebagai hasil yang dilihat, kemudian di bagian kertas tersebut terdapat pengukur suhu ( bagian atas kertas ) dan pengukur kelembaban (bagian bawah kertas). Dengan menggunakan sensor, maka grafik perubahan suhu bisa diketahui, karena sensor tersebut sangat peka terhadap suhu sekitar dimana mengalami pemuaian bila suhu meningkat dan menyusut jika suhu rendah.



5. alat pengukur tekanan udara
Pengamatan Tekanan Udara menggunakan alat Barometer Air raksa. Dasar kerja alat ini adalah percobaan bejana Toricelli, yaitu sebuah tabung kaca yang diisi dengan air raksa kemudian dibalik dan mulut tabung tersebut dimasukan kedalam bejana yang berisi air raksa. Air raksa dalam tabung akan turun akan tetapi tidak sampai habis karena di tahan oleh udara yang menekan permukaan air raksa dalam bejana dan besarnya sama dengan berat air raksa dalam tabung.Satuan tekanan udara diantaranya adalah mb (milibar). 1 mb = 100 Newton/m2 .


Pengukur tekanan udara yang lain adalah Barometer aneroid, sensor alat ini adalah tabung logam tipis yang dibuat seperti lampu lampion sehingga bisa kembang kempis menyesuaikan dengan tekanan udara. Kembang kempisnya tabung logam ini dihubungkan dengan tangkai yang menunjuk pada skala atau pena yang menulis / merekam diatas kertas yang bersekala. Barometer aneroid yang mencatat sendiri dinamakan Barograph.

6. Alat penakar curah hujan
Pengamatan curah hujan menggunakan alat yang dinamakan penakar hujan Observatorium dan Penakar hujan otomatis type Hellman.
Penakar hujan Obs.untuk mengukur jumlah curah hujan, dan penakar hujan otomatis type Hellmann untuk mengukur intensitas hujan atau jumlah curah hujan per satuan waktu.
Satuan curah hujan yang digunakan adalah mm. Misalkan curah hujan diukur 20 mm, mempunyai arti bahwa curah hujan yang jatuh apabila tidak mengalir, menguap dan meresap maka tinggi air di tempat lapang dan datar/horizontal tersebut adalah 20 mm.


7. Alat pengukur penguapan air

Pengamatan penguapan air menggunakan alat penguapan yang terdiri dari :
1. Bejana atau panci tempat air dengan diameter 127 Cm,
2. Thermometer apung untuk mengukur suhu air,
3. Hook Gauge stell well untuk mengukur tinggi air dalam panci.
4. Cup counter anemometer untuk mengukur kecepatan angin rata-rata
di permukaan air.
Pengamatan dilaksanakan setiap jam 07.00 WIB. Selisih tinggi air sekarang dengan tinggi air kemarin merupakan jumlah air yang hilang karena menguap dengan kondisi : suhu air rata-rata seperti yang ditunjukan thermometer apung, kecepatan angin rata-rata di permukaan air seperti yang ditunjukan Cup Counter Anemometer.



8. Alat pengukur arah dan kecepatan angin
Pengamatan arah dan kecepatan Angin menggunakan alat yang dinamakan Anemometer. Alat pengukur kecepatan angin berupa baling-baling yang as nya dihubungkan dengan dinamo penghasil arus listrik. Apa bila angin bertiup baling-baling akan berputar dan memutar dinamo dan akan diperoleh arus listrik. Arus listrik ini kemudian diconvert ke satuan kecepatan, knot atau m/detik.Alat penunjuk arah angin berupa bendera yang kaku (lempengan) yang as nya dihubungkan dengan tahanan listrik geser (tahanan geser). Besarnya tahanan akan berubah-ubah seiring dengan perubahan bendera arah penunjuk angin. Arus listrik yang tetap dialirkan melalui tahanan geser tersebut, setelah melalui tahanan tersebut otomatis besarnya arus listrik akan berubah dan di convert ke derajat arah angin/mata angin.



Selain itu juga digunakan theodolit sebagai pengukur arah dan kecepatan angin. Pengamatan dengan menggunakan theodolit dilakukan sejak pukul 08.00 hingga pukul 20.00 dan khusus pada malam hari digunakan lampion, dan siang harinya menggunakan balon sebagai obyek untuk diamatai arah dan kecepatan angin. Alat ini berfungsi setiap hari kecuali pada saat hujan.

9. Alat pengukur lama penyinaran matahari
Pengamatan lamanya Penyinaran Matahari menggunakan alat yang dinamakan Sun Shine Recorder type Cambell Stokes. Alat ini berupa bola kaca dan dibawahnya tepat di titik api dipasangi kertas yang sudah ada skala jamnya. Pada waktu ada sinar Matahari titik api akan memanasi kertas tadi hingga membuat jejak gosong yang memanjang. Jejak gosong tersebut menunjukan lama penyinaran Matahari atau jumlah-waktu sinar Matahari sampai ke permukaan karena tidak terhalang oleh partikel/benda lain seperti awan dsb.



10. Automatic Weather Station (AWS )
Alat ini berfungsi sebagai alat pengukur kelembaban, curah hujan, suhu, tekanan udara, dan radiasi matahari. Dengan mnyimpan data secara otomatis kedalam modul- modul box, pengamat dapat dengan mudah melihat karena menggunakan format analog ke digital.



B. Rumus – Rumus Perhitungan
Rumus- rumus yang digunakan dalam menghitung data yang dihasilkan dari alat- alat meteorologi adalah .
1. menghitung suhu udara, dihitung dengan menggunakan rumus:
T = Tmax + Tmin / 2
Keterangan : T = suhu udara rata- rata harian (oC)
T max =suhu udara maksimum harian (oC)
Tmin = suhu udara minimum harian (oC)

2. depresi, dihitung dengan rumus:
D = Tbk- Tbb
Keterangan : D = depresi(oC)
Tbk = temperatur bola kering (oC)
Tbb = temperatur bola basah (oC)

3. penguapan air dalam panci kelas A, dihitung dengan rumus :
EO = HB ± A
Keterangan : EO = penguapan air dalam panci, mm
HB = hujan manual, mm
A = air di tambah atau air dibuang
EO = HB + A, air ditambah
EO = HB – A, air dibuang

4. Kecepatan angin, dihitung dengan rumus:
VA = ( SP2 –SP2) x 100 / 1000
Keterangan : VA = kecepatan angin, km/ hari
SP1= pembacaan spedometer ke 1
SP2 = pembacaan spedometer ke 2

5. radiasi matahari mingguan, dihitung dengan rumus:
Ram = A x 360K
Keterangan : Ram = radiasi energi matahari, cal/cm2/hari
A = luas bidang radiasi
360 = konstanta
K = koefisien alat

6. radiasi matahari harian
Rah = A x 1,5K
Keterangan : Rah = radiasi energi matahari, cal/cm2/hari
1,5 = konstanta
K = koefisien alat

7. persentase lamanya penyinaran matahari
LPM = n/N x 100 %
Keterangan : LPM= persentase lama penyinaran matahari, %
n = lamanya penyinaran matahari, jam
N = kemungkinan maksimum lamanya penyinaran matahari, jam
8. curah hujan harian otomatis.
i=1
HO =  Ji
i=24

keterangan : HO = curah hujan harian otomatis, mm
i=1 = hujan selama 1 jam
i= 24 = hujan selama 24 jam
Ji =jumlah hujan sehari

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar